Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Soal Dugaan Perundungan di MAN 3 Padang, Ini Penjelasan Polda Sumbar

Fitratul Husnabadge-check

Soal Dugaan Perundungan di MAN 3 Padang, Ini Penjelasan Polda Sumbar Perbesar

Covesia.co.id – Dugaan perundungan yang memantik aksi nekat Siswa R untuk meledakkan bom rakitan di lingkungan sekolah MAN 3 Padang pada Selasa (14/7/2026) mulai dilirik oleh Polda Sumbar.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyebutkan Polresta Padang sudah memanggil dan meminta keterangan 7-12 siswa MAN 3 Padang. Termasuk terduga pelaku perundungan.

“Sampai hari ini sekitar 7-12 siswa sudah dimintai keterangan, termasuk terduga pelaku perundungan, ” Kata Susmelawati Rosya kepada covesia.co.id, Kamis (16/7/2026)

Disampaikan Susmelawati walaupun dugaan perundungan mulai ditindaklanjuti, namun fokus polisi saat ini adalah pemulihan psikologi siswa R. Pasalnya siswa R punya keahlian dalam merakit bom.

“Masih sampai pemeriksaan meminta keterangan. Belum penindakan terhadap terduga pelaku perundungan. Saat ini fokus kami bagaimana memulihkan psikologi siswa R. Beliau punya keahlian merakit bom. Kami memastikan agar dikemudian hari siswa R tidak terpapar paham Radikal dan terorisme, ” katanya.

Dapat Pendampingan Dari Perlindungan Anak

Kepala Kesbangpol Sumbar, Mursalim mengatakan siswa R sudah didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Sumbar.

“Kami melakukan pendampingan untuk merehab anak ini supaya dia bisa kembali menyesuaikan diri dengan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Mursalim.

Proses pendampingan akan berlangsung selama 14 hari kedepan di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Sumbar yang berada di Gunung Pangilun.

Sementara itu Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, meminta pihak sekolah dan Pemprov Sumbar agar bisa memastikan hak pendidikan siswa R menjadi prioritas.

Selain pendidikan, ia juga meminta agar siswa tersebut mendapatkan ruang komunikasi dan pendampingan yang memadai.

“Siswa R berhak mendapatkan ruang komunikasi yang baik agar persoalan yang selama ini menekannya bisa dicarikan solusi. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh sekolah untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling,” kata Akmal. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis