Covesia.co.id – Kebakaran yang dipicu aktivitas pembakaran sampah terjadi di kawasan Cluster Menara Village Blok C Nomor 7, RT 002/RW 009, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Rabu (15/7/2026) sore. Api yang awalnya membakar lahan kosong merambat ke sebuah rumah warga.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menerima laporan pada pukul 17.18 WIB, langsung terjun ke lokasi. Sebanyak tiga armada beserta 50 personel langsung diberangkatkan.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 17.25 WIB dan berhasil mengendalikan kobaran api sehingga proses pemadaman selesai pada pukul 17.54 WIB.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga bermula dari sekelompok warga yang membakar sampah di belakang kawasan perumahan.
Api kemudian membesar dan merambat hingga mengenai bagian belakang salah satu rumah milik Andika Putra Ramadhan (21).
Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah mengalami kerusakan pada bagian plafon belakang dan lahan seluas sekitar 500 meter persegi ikut terbakar.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan mengatakan pihaknya langsung merespon cepat laporan ini dan berhasil mencegah api merambat ke bangunan lain.
“Petugas kami berhasil mengendalikan api dengan cepat dan mencegah api merambat ke bangunan lain, ” Kata Budi Payan.
Dengan respon cepat ini, Petugas Damkar berhasil menyelamatkan 10 bangunan lain dengan potensi nilai sekitar Rp 50 Miliar.
Menurutnya, kondisi permukiman yang padat membuat potensi penyebaran api cukup tinggi apabila tidak segera ditangani.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat kawasan permukiman atau saat kondisi cuaca kering. Hal yang terlihat sepele dapat memicu kebakaran yang mengancam keselamatan jiwa dan menimbulkan kerugian besar,” katanya.
Damkar Kota Padang mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. (*)










