Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan Perbesar

Covesia.co.id – Seorang bocah berusia 12 tahun, Jerlin Zalukhu, meninggal dunia setelah diterkam Harimau Sumatera di kawasan areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI), Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengatakan peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Berdasarkan hasil investigasi awal, korban saat itu sedang berada di luar kamar mandi camp pekerja untuk menemani kakaknya mencuci peralatan makan.

Ketika berada di lokasi, seekor Harimau Sumatera diduga tiba-tiba masuk ke area camp melalui pagar pelindung bagian belakang yang dalam kondisi rusak dan terbuka.

“Korban kemudian diseret harimau dan ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka gigitan pada bagian leher kiri dan kanan,” ujar Supartono dalam keterangan resminya pada Jumat (10/7/2026).

Mendapat laporan kejadian tersebut, tim mitigasi BBKSDA Riau langsung diterjunkan ke lokasi. Kemudian berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan lokasi serangan berada di kawasan camp pekerja PBPH-HTI yang berjarak sekitar 5,3 kilometer dari Taman Nasional Zamrud dan sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.

Petugas juga menemukan sejumlah jejak yang diduga berasal dari Harimau Sumatera di sekitar camp pekerja.

Jejak tersebut memiliki ukuran sekitar 16 sentimeter dengan lebar 15 sentimeter, sementara jarak langkah antara kaki depan dan belakang mencapai sekitar 120 sentimeter.

Hingga Jumat petang, laporan kemunculan Harimau Sumatera di sekitar lokasi masih terus diterima oleh petugas. Sebagai langkah pemantauan, BBKSDA Riau telah memasang kamera jebak (camera trap) untuk mengidentifikasi pergerakan satwa liar tersebut.

Dari hasil investigasi sementara, tim menduga kemunculan Harimau Sumatera di sekitar camp dipicu oleh keberadaan satwa mangsa yang dipelihara di lingkungan camp pekerja.

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, petugas bersama pihak terkait telah melakukan penyitaan terhadap satwa mangsa tersebut.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat, pekerja, maupun perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis