Menu

Mode Gelap
Rencana Reaktivasi PT ARP, FPS Desak Pemprov Sumbar Selamatkan 108 Hektare Aset Daerah Fakta Remaja Korban Kekerasan Seksual di Sungai Limau “Dari Broken Home, Kemiskinan Hingga Dicabuli Tetangga” Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Paruh Baya di Pariaman Nyaris Diamuk Massa Kualitas Udara Kota Padang Capai Level Sangat Tidak Sehat 364 Siswa dan Guru di Palupuh Agam Diduga Keracunan Usai Santap MBG Kualitas Udara Sumbar Berfluktuasi, Wilayah Timur Terpantau Lebih Buruk

Budaya

Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Digelar 16-28 Juni, Puncak Acara di Pantai Gandoriah

Redaksi Covesiabadge-check

Ilustrasi/Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi/Foto: Istimewa

Covesia.co.id – Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 akan digelar selama 13 hari, mulai 16 hingga 28 Juni 2026, di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Tradisi budaya yang telah berlangsung turun-temurun tersebut kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang disusun Kementerian Pariwisata.

Puncak perayaan akan berlangsung pada Minggu (28/6/2026) dengan prosesi Hoyak Tabuik dan Tabuik Dibuang ke Laut di kawasan Pantai Gandoriah, yang setiap tahunnya menjadi magnet bagi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

Tabuik merupakan tradisi masyarakat Pariaman untuk mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali, dalam Perang Karbala. Seiring perkembangan waktu, tradisi tersebut telah menjadi bagian dari warisan budaya yang melekat kuat dalam identitas masyarakat Pariaman sekaligus menjadi atraksi wisata unggulan Sumatera Barat.

Rangkaian prosesi budaya dimulai dengan ritual Mengambiak Tanah atau mengambil tanah sebagai simbol asal penciptaan manusia. Selanjutnya dilakukan Manabang Batang Pisang, yang menggambarkan pertempuran dan perjuangan dalam sejarah Karbala.

Prosesi kemudian berlanjut dengan Maatam, yaitu ritual ungkapan duka cita yang dilakukan secara turun-temurun, serta Tabuik Naik Pangkek yang menandai penyatuan bagian-bagian bangunan tabuik hingga berdiri utuh.

Menjelang puncak acara, masyarakat akan disuguhkan prosesi Hoyak Tabuik, yakni arak-arakan dan menggoyangkan replika tabuik berukuran besar yang diiringi tabuhan gandang tasa. Tradisi ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena menampilkan semangat, kekompakan, dan atraksi budaya khas Pariaman.

Puncak perayaan ditandai dengan prosesi Tabuik Dibuang ke Laut pada 28 Juni 2026. Dua tabuik yang telah diarak keliling kota akan dibawa ke Pantai Gandoriah sebelum akhirnya dihanyutkan ke laut sebagai simbol pelepasan duka dan pengembalian segala sesuatu kepada Sang Pencipta.

Selain prosesi adat, festival ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti pertunjukan seni tradisional, pameran ekonomi kreatif, promosi kuliner khas daerah, serta atraksi budaya yang melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM setempat.

Masuknya Hoyak Tabuik Piaman ke dalam Kharisma Event Nusantara menempatkan festival ini sebagai salah satu agenda wisata unggulan nasional. Pemerintah berharap penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Setiap tahun, perayaan Tabuik dikenal mampu menarik puluhan ribu pengunjung ke Kota Pariaman. Tingginya antusiasme wisatawan menjadikan festival tersebut sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Sumatera Barat.

(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Maulid Nabi di Lubuk Pandan: Di Balik Lamang dan Tabuik Ada Warisan Syekh Burhanuddin

31 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Lomba Mural Wisata di Padang Selatan, 18 Karya Masuk Final

29 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Makna Lamang Bagi Masyarakat Padang Pariaman Dalam Mauluik Nabi

29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Dengan Mural, Dinding Tak Terawat Disulap Jadi Media Promosi Wisata Padang Selatan

29 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Makam Syekh Burhanuddin Ditetapkan Jadi Cagar Budaya Nasional

29 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Trending Topik Budaya