Menu ✖

Mode Gelap
Pernah Pimpin Birokrasi Padang Pariaman, Kini Rudy Repenaldi Rilis Jadi Sekda Solok Reaktivasi Terminal Anak Air di Kota Padang Dimulai, Bus AKDP dari Arah Utara Wajib Masuk Sidak di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Travel Umrah Tak Berizin Saat Berangkatkan Jemaah Rakik Maco, Camilan Gurih Khas Minangkabau yang Bikin Ketagihan Polri Larang Personel Gunakan Vape, Berlaku Juga Untuk Tamu di Mabes Hingga Polsek Kapal Mati Mesin, Dua Nelayan Dilaporkan Terjebak di Perairan Siberut Utara 

News

Kapal Mati Mesin, Dua Nelayan Dilaporkan Terjebak di Perairan Siberut Utara 

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Kapal Mati Mesin, Dua Nelayan Dilaporkan Terjebak di Perairan Siberut Utara  Perbesar

Covesia.co.id – Dua nelayan dilaporkan hilang kontak dan terjebak di Perairan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak Minggu (1/11/2026). Kapal yang mereka pakai, mengalami mati mesin ditengah laut. Hingga Selasa (3/11/2026) dini hari, posisi dan kondisi kedua nelayan ini belum diketahui.

Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Randi (26), yang bertindak sebagai kapten kapal, dan Fauzan (25), selaku awak kapal.

Kepala Kantor SAR Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut melalui Basarnas Command Center (BCC) sekitar pukul 15.40 WIB.

“Setelah menerima informasi, tim penyelamat langsung mempersiapkan personel dan peralatan untuk melakukan pencarian serta pertolongan terhadap kedua nelayan,” kata Benteng.

Berdasarkan informasi awal, kapal bernama Tando itu berangkat dari Dermaga Tarusan menuju Saibi, Siberut Tengah, pada Minggu sekitar pukul 06.00 WIB untuk mencari ikan.

Namun, sekitar dua jam setelah keberangkatan, mesin kapal berkekuatan 16 PK tersebut tiba-tiba mengalami gangguan hingga tidak dapat beroperasi.

Kedua nelayan sempat berupaya memperbaiki mesin agar perjalanan dapat dilanjutkan. Mesin kapal bahkan sempat kembali hidup, tetapi kemudian mengalami gangguan lagi.

“Namun, upaya perbaikan belum membuahkan hasil. Mesin kapal yang sempat berhasil dihidupkan kembali justru kembali mengalami gangguan,” ujar Benteng.

Karena tidak berhasil mengatasi kerusakan, kapten kapal kemudian menghubungi layanan darurat 115 melalui Basarnas Command Center untuk meminta pertolongan.

Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Kantor SAR Mentawai untuk ditindaklanjuti melalui operasi pencarian dan pertolongan.

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Mentawai mulai mempersiapkan Operasi SAR pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.

Kapal Tando diketahui memiliki ciri-ciri berwarna hijau biru. Tim SAR disiapkan untuk mencari dan memastikan keberadaan kedua nelayan tersebut di perairan Siberut Utara. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pernah Pimpin Birokrasi Padang Pariaman, Kini Rudy Repenaldi Rilis Jadi Sekda Solok

3 November 2026 - 09:17 WIB

Reaktivasi Terminal Anak Air di Kota Padang Dimulai, Bus AKDP dari Arah Utara Wajib Masuk

3 November 2026 - 07:07 WIB

Sidak di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Travel Umrah Tak Berizin Saat Berangkatkan Jemaah

3 November 2026 - 06:51 WIB

Polri Larang Personel Gunakan Vape, Berlaku Juga Untuk Tamu di Mabes Hingga Polsek

3 November 2026 - 06:26 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 3 November 2026: Mayoritas Daerah Berpotensi Hujan Ringan

3 November 2026 - 06:03 WIB

Trending Topik News