Covesia.co.id – Niat hati melepas penat dengan memancing bersama rekan-rekan berujung pada insiden menegangkan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat. Seorang pemancing bernama Janal (48), warga Desa Pelompek Pasar Baru, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, dilaporkan hanyut terseret arus deras Sungai Dalam, Kecamatan Sangir, Senin (2/11/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang, Abdul Malik melalui keterangan resminya mengungkapkan, peristiwa nahas tersebut bermula pada pukul 07.00 WIB ketika korban bersama dua orang rekannya pergi memancing di kawasan tersebut.
Tiga jam berselang, tepatnya pukul 10.00 WIB, ketiganya berniat menyeberangi aliran sungai dengan berpegangan pada seutas tali. Nahas, di tengah penyeberangan, tali pegangan yang digunakan Janal tiba-tiba terputus. Derasnya arus sungai seketika menyeret korban dan menghilangkannya dari pandangan.
Sementara itu, rekan korban bernama Alex (43) berhasil selamat dari musibah tersebut, sementara satu rekan lainnya turut berupaya meminta pertolongan. Warga setempat yang mendapati kejadian itu sempat melakukan pencarian secara manual dengan menyisiri pinggiran sungai sebelum laporan resmi diteruskan kepada pihak berwenang.
Merespons laporan darurat yang diterima dari warga bernama Micel pada pukul 12.50 WIB, Unit Siaga SAR Solok Selatan langsung bergerak cepat (quick action). Pada pukul 13.08 WIB, satu tim rescue berjumlah 5 personel diberangkatkan menuju Last Known Position (LKP) dengan estimasi waktu tempuh darat sekitar satu jam perjalanan sejauh 33 kilometer.
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR mengerahkan sejumlah alut utama, di antaranya Rescue Carrier, kendaraan roda dua, perlengkapan keselamatan air (APD Air), peralatan pendukung mountaineering, alat komunikasi, peralatan medis, serta perangkat SAR pendukung lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim rescue bersama unsur gabungan dan masyarakat masih berjibaku di lapangan untuk mencari keberadaan korban. Perkembangan lebih lanjut terkait operasi SAR ini akan terus dievaluasi dan dilaporkan berkala. (*)









