Covesia.co.id – Proses pembangunan 324 rumah Hunian Tetap (Huntap) untuk korban banjir bandang November 2025 silam memasuki 50 persen di dua lokasi.
Dua lokasi tersebut berasa di Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, serta kawasan Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.
Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir melakukan kunjungan untuk memastikan progress pembangunan Huntap terlaksana sesuai target, yakni pada September 2026.
“Pemko Padang telah mengupayakan lahan untuk pembangunan Huntap. Tidak ada kendala lagi, jadi fokus pada pembangunan,” Ucap Maigus Nasir, Rabu (12/8/2026).
Maigus juga menyampaikan Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang.
Kemudian kepada Kementerian PKP RI yang telah membangun Huntap di kawasan Sungkai.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Padang Tri Hadiyanto mengatakan, untuk pembangunan Huntap di kawasan Sungkai, Pemko Padang telah menyelesaikan pengadaan lahan seluas sekitar 4,6 hektare.
Di atas lahan tersebut, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI direncanakan membangun sebanyak 183 unit rumah. Pembangunan ditargetkan mulai dilakukan pada September 2026.
“Huntap di Sungkai akan dibangun oleh Kementerian PKP lengkap dengan prasarana dan sarana pendukung, seperti listrik, jalan lingkungan, dan jaringan air minum. Pemko Padang menyiapkan sumber air minum. Huntap ini nantinya diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pauh,” ujar Tri.
Menurut Tri, pembangunan tidak hanya berfokus pada rumah, tetapi juga memastikan kawasan tersebut memiliki infrastruktur dasar yang memadai sehingga dapat menjadi lingkungan permukiman yang layak bagi warga.
Selain Sungkai, pembangunan Huntap juga berlangsung di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang. Pada tahap pertama, Pemko Padang telah menyediakan lahan sekitar 2,8 hektare yang diproyeksikan untuk pembangunan 141 unit rumah.
Pembangunan rumah di lokasi tersebut dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dan saat ini progresnya telah mendekati 50 persen.
Tri mengatakan, Pemko Padang juga masih melakukan penambahan lahan di kawasan tersebut untuk memperluas kapasitas pembangunan Huntap.
“Selain itu, kita juga sudah membeli lahan sekitar 1,2 hektar yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah. Kemudian sekarang sedang proses tambahan pengadaan lahan lagi sekitar 2,2 hektar,” katanya.
Dengan tambahan lahan tersebut, Pemko Padang menargetkan pembangunan sekitar 340 unit Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang.
Selain pembangunan rumah, Pemko Padang juga menyiapkan Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU) untuk mendukung kawasan Huntap. Infrastruktur yang disiapkan antara lain jalan lingkungan, irigasi, jaringan air, serta fasilitas pendukung lainnya.
Tri mengatakan pekerjaan PSU di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang ditargetkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.
“PSU kita mulai minggu depan, karena Yayasan Buddha Tzu Chi fokus membangun rumah. Tahun ini kita menargetkan pembangunan 141 unit Huntap di Balai Gadang dan 183 unit di Sungkai,” ujarnya.
Jika seluruh target tersebut terealisasi, sedikitnya 324 unit Huntap akan dibangun pada tahun ini di dua lokasi tersebut.
Pemko Padang berharap pembangunan hunian tetap tersebut dapat menjadi solusi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang November 2025.
Penyediaan rumah permanen sekaligus infrastruktur dasar di kawasan Huntap diharapkan dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi masyarakat terdampak dan mendukung proses pemulihan pascabencana di Kota Padang. (*)











