Presiden Prabowo Pantau Proyek Lembah Anai dan Jembatan Padang Mantuang

Covesia.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan peninjauan maraton terhadap sejumlah infrastruktur strategis yang lumpuh akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). Kunjungan ini memfokuskan pada dua titik vital di jalan Nasional Lembah Anai dan Jembatan Bailey Padang Mantuang di Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman

Dalam peninjauan di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Presiden menyaksikan langsung kondisi badan jalan yang sempat putus total akibat terjangan banjir dan longsor. Jalur ini merupakan urat nadi utama penghubung arus orang dan distribusi logistik di Sumatera Barat.

Direktur Utama PT Hutama Karya Infrastruktur, Aji Prasetyanti, melaporkan kepada Presiden bahwa penanganan darurat telah dilakukan secara masif dengan mengerahkan 23 unit ekskavator. Hasilnya, sejak 16 Desember lalu, ruas jalan strategis ini sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat dengan sistem buka-tutup.

“Penanganan darurat sudah berjalan, namun perbaikan permanen ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada Juli 2026,” lapor Aji di lokasi proyek.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan bahwa penutupan jalur ini berdampak sistemik terhadap mobilitas antarwilayah. Senada dengan itu, Wakil Gubernur Vasco Ruseimy menilai kehadiran Presiden ke lokasi bencana merupakan sinyal kuat bahwa pemulihan infrastruktur Sumbar menjadi prioritas nasional.

“Kehadiran Bapak Presiden menunjukkan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pemulihan ekonomi masyarakat yang sempat terhambat,” ujar Vasco.

Sebelum dari Lembah Anai, Presiden melawat ke Kabupaten Padang Pariaman untuk meresmikan fungsionalitas Jembatan Bailey Padang Mantuang di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.

Jembatan baja modular sepanjang 30 meter ini menjadi solusi instan pascabencana akhir November lalu. Dengan daya dukung hingga 12 ton, jembatan ini kini telah memulihkan konektivitas Korong Padang Mantuang dan Nagari Kayu Tanam yang sempat terisolasi.

“Jembatan Bailey ini adalah langkah efektif. Distribusi logistik, akses kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi warga tidak boleh berhenti terlalu lama,” tegas Gubernur Mahyeldi.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan seluruh infrastruktur terdampak kembali kokoh, guna mencegah dampak bencana berlarut-larut bagi warga Sumatera Barat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *