Covesia.co.id – Bencana banjir besar yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) terus menimbulkan duka mendalam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 90 orang per sore hari ini, Sabtu (29/11/2025).
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, angka ini menempatkan Sumbar sebagai wilayah dengan korban jiwa terbanyak kedua setelah Sumatera Utara.
“Untuk Padang meningkat, justru sekarang nomor dua yang meninggal dunia setelah Sumut korban jiwanya, ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka. Ini tambahan yang meninggal dunia baru dilaporkan hari ini itu ada tambahan di Kabupaten Agam,” tegas Suharyanto.
Peningkatan drastis korban jiwa tersebut sebagian besar berasal dari Kabupaten Agam, yang kini menjadi fokus utama pencarian.
Data rinci BNPB menunjukkan Kabupaten Agam menyumbang korban terbanyak. Dilaporkan bahwa, 74 orang meninggal dunia dan 78 orang dinyatakan hilang.
Suharyanto menjelaskan keterlambatan pendataan di Agam disebabkan karena akses yang terputus di wilayah itu.
“Kabupaten Agam ini belakangan karena baru bisa tembus, kemudian Basarnas melakukan pencarian pertolongan baru diketahui di Agam banyak korban jiwa maupun yang hilang.”Rincian Korban di Enam Wilayah Terdampak,” terangnya.
Meskipun cuaca di Sumbar dilaporkan cerah hari ini dan sejumlah wilayah sudah berangsur pulih, BNPB menyatakan enam kabupaten/kota masih membutuhkan penanganan intensif.
Berikut rincian terbaru korban meninggal dan hilang di enam wilayah Sumbar:
Sementara itu, ini rincian terbaru korban banjir di Sumbar:
- Kabupaten Agam: 74 meninggal dunia, 78 hilang
- Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang, 1 luka
- Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 3 luka
- Kota Padang: 5 meninggal
- Solok: 1 meninggal
- Tanah Datar 2 meninggal, 1 hilang, dan 4 luka.
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus memaksimalkan upaya pencarian korban hilang di tengah kondisi lapangan yang mulai membaik.




