Bukittinggi Terisolasi Total, Jalur Utama Lumpuh Dihantam Bencana Hidrometeorologi di Beberapa Titik

covesia.co.id – Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, hari ini terisolasi akibat bencana Hidrometorologi. Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah ini dalam beberapa waktu terakhir telah memutus nyaris seluruh akses utama.

Kondisi kritis ini terjadi akibat rentetan longsor dan banjir yang terjadi hampir bersamaan di beberapa titik vital jalur penghubung Bukittinggi dengan kota-kota lain di Sumatera Barat.

Hari ini, akses utama dari Padang menuju Bukittinggi via Padang Panjang ditutup total. Penutupan ini disebabkan oleh timbunan longsor besar yang melanda kawasan vital Lembah Anai. Material longsor memaksa semua arus lalu lintas dari kedua arah dihentikan sepenuhnya hingga proses evakuasi dan pembersihan selesai.

Di jalur yang sama, hantaman galodo di kawasan Silaing, Kota Padang Panjang yang terjadi pada Kamis siang (27/11) membuat arus lalu lintas lumpuh karena material banjir bandang menutup seluruh badan jalan.

Lumpur bercampur batu dan batang kayu meluap dari arah sungai, kemudian menerjang hingga ke jalan raya. Kondisi itu membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas sama sekali.

Arus kendaraan otomatis terhenti, baik dari arah Padang menuju Padang Panjang maupun sebaliknya.

Kanit 2 Satuan PJR Ditlantas Polda Sumbar, Iptu Omrizal, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa jalan saat ini tidak dapat dilewati karena tertutup material galodo.

Menurut Iptu Omrizal, petugas kepolisian telah dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas serta mengarahkan pengendara agar memilih jalur alternatif. Ia meminta masyarakat mematuhi imbauan petugas di lapangan.

Tak hanya itu, jalur alternatif Padang-Bukittinggi via Malalak, Kabupaten Agam, juga telah lumpuh total sejak tiga hari lalu, tepatnya Senin (24/11). Di ruas jalan ini, selain tertutup material longsor, terjadi juga ruas jalan yang amblas ke jurang, membuat jalur Malalak tidak bisa dilewati sama sekali.

Di waktu yang hampir bersamaan, jalur provinsi penghubung Lubuk Basung menuju Bukittinggi juga terputus total. Jalan ini tertimbun longsor di Muko-Muko dan Alai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya.

Situasi diperparah dengan genangan banjir setinggi sekitar 50 sentimeter di Sungai Rangeh, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, yang semakin menambah parah kelumpuhan akses dari wilayah Agam bagian barat.

Akses menuju wilayah Pasaman juga tidak luput dari bencana. Longsor dilaporkan terjadi di Nagari Nan Limo, Patapaian, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam pada Selasa (25/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi ini merupakan jalur utama Bukittinggi menuju Pasaman, dan kini terpaksa harus ditutup total.

Hingga berita ini diturunkan, hampir seluruh wilayah Sumatera Barat masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan dan meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi longsor susulan yang sangat tinggi di tengah cuaca ekstrem.

Penanganan darurat kini tengah dilakukan oleh tim gabungan untuk membuka kembali akses yang terputus seutuhnya demi memulihkan distribusi logistik dan pergerakan masyarakat dari dan menuju Kota Bukittinggi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *