Covesia.co.id – Bencana Hidrometeologi yang melanda Sumbar tidak hanya merenggut korban jiwa dengan jumlah yang mencapai ratusan, namun juga mengakibatkan kerugian materi yang fantastis.
Berdasarkan data terbaru dari dashboard bencana Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi mencapai 241 jiwa per Jumat, 12 Desember 2025, pukul 17.00 WIB.
Selain angka korban jiwa yang terus bertambah, total taksiran kerugian material akibat bencana ini diperkirakan menyentuh angka fantastis, yakni Rp4,74 triliun.
Dari total korban meninggal, 205 jiwa telah teridentifikasi, sementara 36 korban masih belum teridentifikasi. Upaya pencarian Tim SAR hingga kini terus difokuskan untuk menemukan 93 orang yang dilaporkan hilang.
Secara keseluruhan, bencana alam ini telah berdampak pada 296.307 orang di 16 kabupaten/kota dan 119 kecamatan di Sumbar.
Sebanyak 15.878 orang saat ini masih berada di tempat-tempat pengungsian yang aman.
Sementara itu, angka kerusakan bangunan dan infrastruktur menunjukkan skala bencana yang masif, dari data tersebut korban meninggal dunia mencapai 241 jiwa, 36 belum teridentifikasi. Korban mengalami luka-luka mencapai 382 orang, sementara 93 orang masih dalam pencarian.
Rumah terdampak rusak berat mencapai 1.539 unit, rusak sedang 1.132 unit, dan rusak ringan sebanyak 5.421 unit.
705 unit rumah warga dilaporkan hanyut, 40.868 unit rumah warga terendam banjir.
Disamping itu, kerusakan jalan terjadi di 170 titik, 167 unit jembatan rusak, 147 unit telokomunikasi lumpuh, dan 73 unit lokasi air bersih porak poranda.
Bencana ini juga melumpuhkan sektor pelayanan publik dan perekonomian masyarakat. Sejumlah fasilitas pelayanan dasar dilaporkan terdampak, meliputi 170 unit sekolah, 153 unit rumah ibadah, 45 unit fasilitas kesehatan, dan 28 unit kantor pemerintahan.
Di sektor pertanian dan perikanan mengalami kerugian besar dengan total kerusakan lahan mencapai puluhan ribu hektar, yang terdiri dari 7.227 hektar sawah, 7.316 hekt lahan umum, 1.155 hektar kebun warga, 10.486 hektar kolam ikan warga.
Secara akumulatif total kerugian materil akibat bencana di Sumbar saat ini diperkirakan mencapai angka Rp4.748.981.442.654. (*)




