Covesia.co.id – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda Kabupaten Padang Pariaman sejak Sabtu (22/11) hingga Selasa (25/11) telah meluas hingga mencakup 17 dari total 17 kecamatan di wilayah tersebut. Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman secara resmi telah menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 23 November hingga 6 Desember 2025.
Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan dampak yang masif, meliputi 56 nagari dengan total 26 titik banjir, 16 titik longsor, dan 14 titik pohon tumbang. Debit air empat sungai utama, termasuk Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Tapakih, dan Batang Kamumuan, dilaporkan meluap akibat curah hujan ekstrem yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.
Kepala BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, merinci bahwa bencana ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp4,891,000,000,-.
Bencana ini telah merendam 3.326 unit rumah dengan ketinggian air antara 30 hingga 150 cm, berdampak pada sekitar 10.042 jiwa. Bahkan, 13 unit rumah dilaporkan hanyut terseret arus sungai.
10 kecamatan terdampak banjir terparah, di antaranya Lubuk Alung, Batang Anai, Ulakan Tapakih, dan Nan Sabaris. Di Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, dilaporkan 1.115 rumah terendam, menjadikannya daerah dengan dampak terluas.
Sementara itu, tanah longsor dan angin kencang juga dilaporkan merusak infrastruktur vital seperti jembatan, jalan hingga bendungan.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat pohon tumbang menimpa rumah di Nagari Lubuk Pandan dan telah dilarikan ke puskesmas terdekat.
Total 327 jiwa saat ini mengungsi di berbagai lokasi yang didirikan oleh pemerintah daerah dan warga, termasuk di halaman surau dan rumah warga yang aman dari banjir. Tim gabungan dari Pemerintah Daerah, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan telah bergerak mendirikan 7 titik dapur umum dan 6 lokasi pengungsian utama.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Padang Pariaman masih diguyur hujan lebat, dan kebutuhan mendesak berupa alat berat, sembako, makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan sangat dibutuhkan untuk mendukung operasi tanggap darurat. (*)




