Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias Prakiraan Cuaca Sumbar 19 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Ini Diguyur Hujan Lebat 

News

Selama September 2026, Sumbar Didominasi Cuaca Kering

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Selama September 2026, Sumbar Didominasi Cuaca Kering Perbesar

Covesia.co.id — Sumatera Barat diprediksi menghadapi kondisi cuaca yang cenderung kering sepanjang September 2026.

Namun, hujan lokal tetap berpeluang terjadi di sejumlah wilayah karena dinamika atmosfer masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan.

BMKG mencatat Pesisir Selatan sebagai wilayah yang diprediksi dominan mengalami curah hujan rendah, yakni 0–100 milimeter dalam sebulan.

Sementara wilayah lainnya di Sumbar juga masuk dalam wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan rendah berdasarkan pemetaan BMKG.

Kondisi tersebut tidak berarti Sumbar akan terbebas dari hujan. BMKG masih memprakirakan adanya peluang hujan lokal, termasuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode tertentu.

Dalam prakiraan cuaca terbaru untuk periode 27 Agustus hingga 2 September 2026, BMKG menyebut kondisi kering semakin meluas seiring berlangsungnya puncak musim kemarau. Namun, potensi hujan lokal masih ada di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat sejumlah gelombang atmosfer dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat.

Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perkembangan El Niño yang berpotensi memengaruhi pola cuaca Indonesia.

BMKG sebelumnya memprediksi peluang El Niño berkembang pada semester kedua 2026. Prediksi tersebut berada pada kategori lemah hingga moderat, meski BMKG menekankan bahwa perkembangan fenomena tersebut tetap perlu dipantau melalui pembaruan informasi secara berkala.

Kondisi kering dapat berlangsung cukup panjang, tetapi hujan dengan intensitas tinggi tetap dapat terjadi secara lokal dalam waktu singkat.

Masyarakat juga diimbau mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, bepergian, maupun berada di wilayah yang rawan banjir, longsor dan angin kencang.

Dengan pola tersebut, September 2026 diperkirakan menjadi bulan dengan dominasi kondisi kering, tetapi tetap diselingi hujan lokal yang berpotensi meningkat secara tiba-tiba di sejumlah wilayah Sumatera Barat. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas

19 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif

19 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

19 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui

19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Trending Topik News